Minggu, 08 April 2012

Keluarga Cemara yang Bikin Kangen

untuk kali ini bener-bener deh lagi kangen banget sama keluarga cemara.
masih inget sama sinetron ini? iya senetron yang judulya "keluarga cemara"
mungkin yang menikmati masa-masa 90'an ga asing sama sinetron ini
keluarga cemara tuh sinetron yang diambil dari novel karya Arswendo Atmowiloto ditayangin di RCTI terus season nya diterusin di TV7 mulai tahun 1996 sampei tamat tahun 2005. Pemain utama di sinetron ini Novia Kolopaking, Lia Waroka, Adi Kurdi, Ceria HD, dan masih banyak lagi. Jumlah episodenya 412 dengan 3 musim. sinetron ini diproduksi oleh Atmo Production.

yang bikin saya ngerasa suka banget sama sinetron ini tuh soalnya kesan sinetronnya yang alami, tidak dibuat-buat dan sesuai dengan budi bangsa yang menjunjung tinggi tata krama masyarakat yang ada. coba deh bandingin sama sinetron jaman sekarang yang lebay, dibuat-buat, jalan ceritanya monotone, (kalau ngga cinta, anak ketuker, masalah ibu tiri, si jahat si baik)

Ini sinopsisnya (kalo ngga lupa lagi) :
keluarga cemara menceritakan Abah yang berprofesi sebagai tukang becak dan Emak yang seorang ibu rumah tangga, memiliki 3 orang putri: Euis, Ara, dan Agil.  rumah Abah di Jakarta yang dulu disita oleh pihak berwenang sudah dikembalikan lagi. namun keadaannya sudah tak seperti dulu. rumah itu dikembalikan dalam keadaan kosong, tanpa ada satu barang pun tersisa. namun kehidupan keluarga ini juga belum kunjung membaik. kisahnya bergulir seputar penderitaan mereka yang seolah tak ada akhirnya. misalnya, di Jakarta Abah tak bisa lagi menarik becak. sedangkan Emak hanya bisa bekerja di sebuah salon.
Sementara itu, Euis, Cemara atau Ara dan Agil, juga harus berbuat sesuatu untuk membantu keluarga. Euis dan Agil bekerja menjadi pembantu di rumah Pak Teta, tetangga mereka yang menderita stroke. Sementara Ara lebih banyak di rumah, menemani Abah sekaligus menutupi kegiatan dua saudaranya.
Belum lama tinggal di Jakarta, Abah sudah harus menghadapi masalah. Sebuah kendaraan pengangkut menabrak sepasang remaja yang sedang pacaran hingga tewas. Parahnya, kendaraan itu menyelonong masuk ke rumah Abah. Maka Abah pun tersangkut-paut. Sementara Euis yang merawat Pak Teta harus sabar menghadapi ulahnya. Setiap kali disuapi makanan, Pak Teta selalu menyemprotkannya ke wajah Euis. Sedangkan Emak yang mendapat pekerjaan di salon dari seorang teman sekolahnya harus menghadapi dilema. Sebab sang teman ternyata seorang pecandu narkoba.
sinetron ini berkisah tentang kehidupan sebuah keluarga sederhana yang biarpun miskin, namun penuh dengan kearifan hidup. Setiap pulang sekolah, Euis, Ara, dan Agil terbiasa berjualan opak di terminal. kalau ngga salah, mereka sebenarnya keluarga kaya raya, entah karena apa (lupa beneran), akhirnya mereka jatuh miskin dan Abah terpaksa jadi tukang becak. Makanya, nanti di akhir (kalau tidak salah), mereka akan kembali ke rumah mereka di Jakarta. Episode-episode dalam sinetron ini berbeda-beda temanya.







 

Lirik OST. Keluarga Cemara :

 Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga
Selamat pagi Emak
Selamat pagi Abah
Mentari hari ini berseri indah
Terima kasih Emak
Terima kasih Abah
Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti
Agil sama Ara! Teteh mau jualan opak dulu ya
Ya Teh…
Jangan lupa bilang sama Abah ya!
Ya Teh…
Ya,
Mau permen…
Permen, permen apa?
Permen apa aja…
A.., Teteh berangkat dulu ya…
Ya Teh…
Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga
Selamat pagi Emak
Selamat pagi Abah
Mentari hari ini berseri indah
Terima kasih Emak
Terima kasih Abah
Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti







Ahh, merindukan kembali lagi adanya film/sinetron keluarga yang alami dan mampu menghidupkan nuansa keharmonisan keluarga yang kentara dengan komunikasi yang baik antara anak dengan orangtua.  Semoga keharmonisan keluarga cemara selalu menjadi milik kita semua Merindukan sinetron mendidik yang tak dilebih-lebihkan tentunya :)






1 komentar: